Senin, 10 Februari 2014

:: Tertahan, Menahan (Tentang Kamu, Tentang Kita) ::

Dada ini bergetar kala hari itu kita diharuskan kembali bertatapan muka ..
Bola mata ini tak kuasa beralih hanya untuk menenangkan rasa yang tak kunjung reda ..
Pandangan ini sengaja ku alihkan, tertunduk segan tak berani mengarah pada tatapan matamu ..

Bukan benci, bukan marah, apalagi Dendam ..
tapi aku enggan membuatmu tau, bahwa aku merasakan hal yang membuatku sangat tidak nyaman ..
aku masih merasakan gejolak egoku untuk terus tetap berada disampingmu, berada dekat denganmu ..
aku menahan rasa inginku, aku bergelut dengan perasaan kecewa dan sayang terhadapmu dalam batinku, aku menahan pilu setiap kali kita berkomunikasi, aku menahan sedu kala bayanganmu dan semua tentang kita muncul dalam benakku ..

Aku tau apa inginku, tapi aku tidak akan pernah mengungkapkannya .. apalagi memintanya ..
biar hanya aku yang tau, biar hanya aku yang rasa .. Pilu nya menahan rasa, sesaknya menahan sedu ..
Lari adalah pilihan terbaik untukku saat ini, apapun caranya akan ku lakukan untuk bisa Lari dari apa yang aku rasakan ..
aku hanya ingin memberikan apa yang kamu inginkan.. aku hanya berusaha untuk bisa menjadi kenangan baik yang bisa kamu ingat ditengah segala kurangnya seorang aku.. meski aku yang harus terluka, aku hanya meminta kebahagiaanmu, ketenangan batinmu bagaimanapun caranya itu .. aku hanya akan berusaha untuk mewujudkannya ..

~RS~



Kamis, 06 Februari 2014

:: Bukan Tentang KEHILANGAN ::

Jika benar Cinta, Rasa cemburu itu nyata ..
Jika benar Cinta, Maka tidak akan pergi meski diminta ..
Jika benar Cinta, Keinginan untuk saling mempertahankan itu ada ..
Jika benar Cinta, Rasa takut kehilangan itu membuat batin tersiksa ..
Jika benar Cinta, Maka tidak akan dibiarkan bertahan dalam situasi Luka ..

Jika benar Cinta, tidak akan pernah saling merusak satu sama lain ..
Jika benar Cinta, akan selalu ada rasa berdosa ketika telah saling menodai hati ..
Jika benar Cinta, maka akan sama2 membentang sajadah berdua, bersimpuh dalam doa ..
Jika benar Cinta, akan mencari jalan terbaik untuk tetap bisa bersama dalam situasi yg lebih baik ..
Jika benar Cinta, tidak akan ada yg ditinggalkan untuk semakin dalam terjerumus dalam keterpurukan ..

Jika benar Cinta, maka Dia tidak akan pergi sendiri demi Kata "Menjaga Diri" ..
Karena Jika benar - benar Cinta, maka Dia akan membawa dan mengangkat yang dicinta untuk bisa berjalan beriringan dalam Ridho Allah bersama dengannya .. tanpa diminta ..



~RS~


Jumat, 31 Januari 2014

:: Sooner or Later, Now 31012014 ::

03:45
Dan masih terjaga di detik detik menjelang kumandang adzan, masih menahan sedu yang tertahan sejak siang di perayaan Imlek yang biasanya menimbulkan keceriaan. aku masih berharap tanggal 31 itu tidak pernah ada, aku masih berharap tanggal itu tidak harus kulewati seperti ini.

aku tau, cepat atau lambat ini pasti akan datang, kini ataupun nanti ini akan berakhir, sekarang ataupun besok ini yang akan terjadi padanya - padaku - pada kita. seperti peramal yang bisa merasakannya, aku selalu merasakannya sejak dulu, bahwa dengan kasih dan rasa yang selalu terungkap ada kata yang tak mampu terucap. ada ingin yang tak mudah terlontar. bahwa tujuanmu tidak tertuju padaku, meski hatimu selalu berada tepat dihatiku..

ada batas yang sebenarnya menghalangi aku dan kamu - kita, namun aku selalu berusaha untuk belajar melewati batas itu, meski terlalu lambat untuk melewatinya namun aku berusaha. aku berusaha untuk menjadi aku yang lebih baik dari sebelumnya, bukan karena kamu, bukan juga karena aku.. tapi karena kita.. karena aku selalu ingin melewati batas yang menghalangi kita.. ingin menghapus batas yang selalu kurasakan untuk menjadi kita..
batas yang membuatmu selalu merasa tidak nyaman, batas yang membuatmu selalu merasa bersalah, batas yang membuatmu akhirnya melepaskanku dalam rasa kasih yang menurutmu "dalam"..

entah darimana ini bermula, namun rasamu mampu melenyapkan ketakutanku, perhatianmu mampu menenangkan gundah dan panik ku, kehadiranmu mampu membuatku tertidur lelap, dan tutur bahasamu mampu membuatku sangat ingin melewati batas Kita. mampu membuatku sangat ingin bisa benar - benar berada dalam genggamanmu, genggamanmu yang nyata.

setiap kebersamaan yang kita lalui, selalu kurasakan tatapan mata itu dalam pandanganmu, tatapan mata yang menyimpan asa, tatapan mata yang menahan kata. dan menyebalkannya aku tau apa makna tatapanmu, aku tau apa yang akan terjadi jika aku izinkanmu mengungkapkannya. aku pun sudah memikirkannya sejak lama, memikirkan tentang  kita, memikirkan akan bagaimana kita, memikirkan harus bagaimana kita.. dan buruknya semua pikiranku tidak pernah berakhir dengan kita.. selalu berakhir dengan kata aku - atau kamu.

dengan semua hal itu aku sudah siap, yaa sesungguhnya aku sudah mempersiapkan diri untuk tetap bertahan tanpa kata Kita. namun pada percobaan pertama aku telah gagal, aku tidak mampu dan aku mengembalikan kata Kita. kini pada waktu yang sama sekali tidak aku pikirkan, aku merasakannya.. merasakan seolah dekapan dan tatapan mata itu adalah yang terakhir, merasakan seolah genggaman itu tak akan lagi pernah ada.

andai tidak ada hal lain yang mengganggu waktu terakhir kita sebagai Kita, aku tidak ingin melepaskannya begitu cepat. tidak akan berhenti menatapmu begitu cepat. tidak akan melepaskan genggaman dan dekapanmu begitu cepat. tidak akan diam menahan sedu dan semua kata juga rasa ini sendiri dalam diam. tapi aku bisa apa?? aku pun tidak ingin lagi menjadi bebanmu, menjadi beban rasa yang harus kau tanggung dengan tidak nyamannya selama kita menjadi Kita. tidak ingin membuat kamu menunggu dengan waktu yang lama untuk aku mampu dengan sepenuhnya melewati batas ITU.

aku hanyalah aku yang selalu mengalami kesulitan untuk menahan airmata, untuk menahan rasa dan untuk mengungkapkan kata. aku hanyalah aku yang jadi berubah menginginkan Kita ketika kamu datang dalam gamangnya aku di waktu lalu. aku hanyalah aku yang sudah berusaha keras untuk berubah menjadi aku yang lebih baik demi sebuah kata yang kusebut Kita. aku hanyalah aku yang akhirnya harus menahan sedu untuk tetap menjadi aku - berusaha - merelakan kamu - mengikhlaskan kita. aku hanyalah aku yang masih ingin berkata namun tidak mampu lagi menahan sedu.

aku hanya mampu mengucapkan maaf, mengucapkan kata klise "terimakasih" untuk semua waktu dan rasa yang sempat dilalui. untuk semua tatapan mata dan genggaman tangan yang selalu datang untuk menenangkanku. untuk usapan hangat pada rasa sakit yang sering datang pada hidupku. untuk pelajaran dan kesempatan Revolusi seorang aku. terimakasih untuk membawa keyakinan terhadap aku yang lama untuk menjadi aku yang lebih baik.


Sooner or Later,
aku tau ini yang akan terjadi, 
tapi aku tidak pernah tau jika rasanya akan menjadi sesakit ini,.

Selasa, 31 Desember 2013

:: 2013 - 2014 TRIP. ALONE ::

Selamat pagi 2014 ...
pagi ini adalah pagi tercerah dari beberapa pagi terakhir ini, terduduk di kursi mewah dan ruangan ber AC dengan jendela besar menghadap ke pemandangan kota membuat saya tersadar. berada dalam kemewahan namun merasa sendirian rasanya tidaklah cukup menyenangkan.

malam pergantian tahun yang dilewati dengan sangat berbeda, keinginan untuk berada seorang diri jauh dari tempat biasa saya berada. membawa saya ingin menujumu, namun arah berkata lain saya terdampar dalam kemewahan ini namun berdiam sendiri.

mungkin Tuhan memberikan rencana lain, membiarkan saya merenung seorang diri ditemani nyala kembang api ditengah keramaian orang namun tetap saja masih sendiri. tetap saja gamang akan menju kemana, tepat pukul 00:00, aku menitikkan airmata karena ternyata aku baru menemukan makna keberanianku untuk pergi sejauh ini ternyata hanya untuk mencari kesendirian, hanya untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk Dunia yang selama ini kujalani.

masih terduduk disini, masih merenungi pagi yang cerah dengan hati yang gundah. kapan kamu pergi wahai gundah didalam hati? ini sudah 2014, kenapa kamu masih saja nyaman berdiam diri didalam hati ini?? pergilah cari hati yang lain, aku sudah lelah.

selamat datang tahun 2014, aku ingin menjadi lebih bahagia di tahun ini. hanya ingin menjadi sederhana dan tetap berjalan lurus. hanya ingin menjadi seorang aku yang lebih bisa menentukan kembali apa yang seharusnya dipilih. aku hanya ingin jauh dari kegamangan.

semoga renungan yang terjadi di perjalanan panjang ini bisa membawa kebaikan dalam perjalanan hidupku. lepas dari kecewa, lepas dari kebimbangan, dan berjalan menuju kesederhanaan yang membahagiakan. Amiin.

01-01-2014, 10:39.
zhmHotels

Jumat, 13 Desember 2013

:: will Be Different with YOU ::

Purnama baru.. kubuka dengan lebih ceria dan hati yang ikhlas ..
banyak yang aku lewati setelah kelamnya purnama di masa itu ..

aku belajar banyak, belajar sendiri untuk mencari terang dikelamnya malam ..
aku belajar banyak, mengenai Hangat ditengah lebatnya salju dan badai ..
aku belajar banyak, tentang berdiri diatas duri dan bara tanpa merasakan sakit ..
aku belajar banyak, belajar menghentikan tangis ditengah rasa kecewa yang menyakitkan ..

lalu aku kembali belajar bahwa tidak semua ingin bisa menjadi ingin, bahwa semua yang tidak kita pikirkan ternyata bisa menjadi kebutuhan ..

Hidup begitu adanya, seperti adanya mereka yang selalu membawa keceriaan untuk hari hariku ..

dengan mereka semua saya belajar, dengan mereka saya tertawa, saya bersyukur, bahkan saya kembali mengingat bagaimana besujud kepada sang pencipta ..

Perjalanan panjang yang saya lalui dengan keras, dengan semangat tanpa henti, bahkan dengan dendam dan ambisi karena DIA (setengah darah dalam tubuh ini) .. masih belum bisa berakhir disini, masih belum bisa terpenuhi saat ini .. ambisi yang telah saya lewati selama empat tahun ini terhenti oleh Idealisme ..
yaa idealisme untuk mempertahankan kualitas diri menjadi yang terbaik tanpa terburu - buru ..

Naif memang, tapi biarlah .. meskipun airmata kecewa terlanjur jatuh, tapi saya percaya mereka selalu memberikan kekuatan terbesar dalam hidup saya .. biarlah orang lain akan berkata seperti apa, bagi saya yang terpenting adalah menjadi yang terbaik bagi diri saya sendiri, dan bagi sesosok ibu yang selalu ada dalam situasi apapun, yang selalu setia menemani tawa dan airmata yang selalu tertata dalam jalannya kehidupan ini ...

Saya tau, pasti ada sebutir rasa kecewa dalam hatimu Ibu karena saya tidak berjalan sesuai planning dan memilih mempertahankan idealisme. tapi saya juga percaya bahwa Ibu akan selalu tau dan akan selalu mendukung apapun keputusan saya, dengan jalan yang saya pilih, dengan segala pemikiran saya. saya sangat tau dengan sesungguhnya bahwa Ibu selalu tau jika saya selalu berusaha menjadi yang terbaik hanya demi Ibu. bahwa saya hanya berusaha berjalan LURUS sesuai dengan amanat Ibu, menjadi yang terbaik dengan usaha sendiri. hanya itu yang saya pertahankan.

Sekali lagi, dalam tulisan ini saya mengungkapkan terimakasih kepada mereka semua yang selalu setia memberikan keceriaan ditengah kekecewaan yang saya rasakan, kepada mereka semua yang selalu mengerti bagaimana saya berpikir dan bagaimana saya berjalan dengan pilihan ini, kepada mereka semua yang selalu saya kagumi yang selalu memberikan saran juga Ilmu yang tidak akan pernah bisa dinilai dengan materi, juga kepada dia yang beberapa waktu ini telah menjadikan saya wanita baik, bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Tuhan. terimakasih telah mengingatkan saya kembali kepada sujud dan kepada syukur serta Ikhlas.

Kalian selalu menjadi yang paling special dalam hidup saya.

Sabtu, 23 November 2013

:: Will TRUST ::

Bagian terakhir dalam perjalanan ini, semoga ...
saya berhenti pada satu titik yang sebelumnya tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya ...
saya terhenti oleh segala pengertian yang selalu ada, untuk saya, untuk pemikiran saya, dan untuk segala situasi yang saya jalani ...
saya menjalaninya dengan biasa saja, dengan apa adanya saya, dan dengan apa yang biasa saja saya lakukan ...

namun seketika juga, ini menjadi tidak lagi tepat .. 
seketika juga, ini menjadi beban untuk apa yang saya jalani ..
dengan seketika, ada perasaan tidak biasa yang saya rasakan ketika pagi tadi membuka mata ..
saya senang, berada pada situasi yang nyaman ..
saya bahagia, kembali diberikan situasi lebih baik dari sebelumnya ..
terlebih lagi saya terharu dengan ketulusan yang terjadi untuk membawa saya pada situasi yang lebih pantas dari sebelumnya ..

namun kembali lagi pada kenyataannya ..saya merasa "tidak baik" untuk situasi yang baik seperti ini ..
saya merasa "tidak pantas" untuk dipantaskan seperti saat ini ..
saya merasa "tidak yakin" dengan yang akan dijalani, dengan diri sendiri ..
saya selalu merasa takut .. selalu merasa salah .. dan selalu merasa sendiri ..
saya tidak pandai mengungkapkan apa yang saya rasakan secara lisan .. 
saya tidak pandai mengekspresikan apa yang sebenarnya terjadi didalam hati ..
maka saya menulis, maka saya hanya mampu mengutarakannya melalui ini .. 
melalui tulisan .. izinkan saya mendapatkan satu saja yang saya butuhkan ..
seseorang yang mampu membaca tangis, bahagia, dan amarah yang saya rasa tanpa harus saya ucapkan ..

#RM


Rabu, 30 Oktober 2013

:: LAST 26102013 ::


Tarikan nafas terpajang, selama 6bulan ini. saya merasa sakit dg tamparan keras yg saya dapatkan 2 petang ini. kenyataan yg harus saya hadapi bahwa banyak org yg harus tau keadaan saya, sikap kamu dan sifat kamu. padahal saya hanya meminta bantuan, hanya mencoba berniat baik, menjadi biasa saja. pada kamu.

Titik balik. mungkin ini menjadi titik balik saya, mungkin setengah tahun ini sudah banyak yang merubah & membukakan mata serta pikiran saya. saya mengambil setiap hal menjadi titik balik perubahan saya berkat kamu. segala hal yang saya nilai positif meskipun harus dijalani dg sedikit menyakitkan karna kamu & masalah ini :
  • saya jadi bisa tau arti & makna persahabatan yg sesungguhnya, saya jadi bisa tau siapa2 saja yg bersikap tulus dan siapa saja yg berkhianat. karna kamu saya jd bisa tau keburukan mereka.
  • lalu yang paling penting lagi karna kamu saya bisa sadar & berpikir, segala kekurangan zaki yg membuat saya desperate dg overprotectnya adalah semata2 karna dia sangat menyayangi saya, dg masalah ini saya bisa melihat bahwa tulusnya zaki buat saya adl hal paling penting yang menjadikan dia laki2 paling baik sepanjang saya berpacaran dg pria2 sampai saat ini.


Untuk terakhir kalinya aku bercerita ttg kamu dan kamu adalah orang pertama yang ingin aku beritahu lewat  tulisan ini.. bahwa karna kamu, maka saya berpikir untuk mundur 1 langkah membuang semua idealisme saya ttg skripsi dan semua yg sudah saya susun selama 16 bulan ini hingga merombak ulang skripsi itu dari awal. mengganti judul & metode agar saya bisa cepat selesai & maju ke hidup berikutnya. tanpa lagi ada kejadian yang bisa mengingatkan saya akan kamu.

Maka u/ tulisan terakhir ini, disini.. saya mengucapkan terimakasih untuk dua bulan yang sangat berkesan, dan enam bulan pembelajaran yg sangat2 berarti.. 
terimakasih, semoga semua cita2 yg diinginkan bisa cepat terwujud..

Senin, 28 Oktober 2013

ENOUGH !!!


Setengah tahun masih memikirkan kenangan2 yang hanya berjalan 2 bulan saja, bahkan kurang ! cukup sudah, hanya diri saya sendiri yang bisa membawa saya keluar dari sini. bertahan tidak akan membuahkan apa2, memikirkan yang tidak memikirkan kita pun hanya akan sia - sia. dan waktu saya sudah cukup menjadi sia - sia 6 bulan ini, kini waktu saya sudah cukup menjadi sia - sia 6 bulan ini.
setengah tahun ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti. Masalah ini mengajarkan saya, 
1. bahwa cinta tidak pernah cukup hanya dengan cinta
2. bahwa tidak semua orang menerima kekurangan orglain sebagaimana buruknya dirinya sendiri
3. bahwa waktu akan terus berjalan tanpa memikirkan kita yang sedang terhenti

Selasa, 22 Oktober 2013

:: Will Be Start ?! ::

Saya tau banyak sekali yang mendukung saya, banyak sekali orang - orang yang memberikan perhatian dengan sangat lebihnya untuk kehidupan saya, untuk apa yang saya jalani di bidang ini.
namun saya sadar, penurunan motivasi sedang bergejolak dengan hebatnya karena lelah dengan tumpukkan pekerjaan yang menyita hampir 20 jam waktu yang saya miliki setiap harinya, namun tidak juga bisa saya pungkiri bahwa permasalahan hati yang belum terselesaikan menjadi pemicu semua ini terjadi. hal - hal yang belum terselesaikan masih saja menggantung dalam benak dan tarikan nafas yang saya lalui. berat, perih, dan membuat saya memilih lari tanpa bisa menyelesaikannya terlebih dulu. ohhandai saja ini perkara satu pihak, andai tidak ada pihak lain yang turut andil dalam perkara ini.
namun air mata tak lagi bisa tergenang, saya memilih untuk larut dalam emosi yang berkecamuk di hati dan senyap dalam tumpukan pekerjaan yang ada dalam dunia nyata saya. entah apa yang akan saya lalui, tapi saya lewati semuanya dengan begini saja, dengan apa adanya.

Seringkali saya tersentak untuk memecut diri saya sendiri agar bisa menyelesaikan SKRIPSI ini, batas akhir penentuan yang menjadi tolak ukur saya untuk sebuah pembuktian. tapi sungguh, cobaan yang harus dilalui lebih berat lagi. terkadang saya merasa sangat lelah dan tidak merasa sanggup lagi untuk bertahan dalam situasi ini, tapi ketika setengah dalam diri saya tersadar. rasanya ingin meraung, ingin menyiksa diri saya sendiri karena tidak mampu mengendalikan diri sendiri berikut kawan - kawannya yaitu PERASAAN.
semua yang saya jalani selalu memandang dan bertolak pada EMOSI, tanpa henti. saya terus saja memikirkan bagaimana mereka, dan terkadang mengacuhkan diri saya sendiri. terkadang terlalu larut dengan apa yang mereka inginkan, meski seringkali saya tidak perduli dengan apa yang mereka lakukan.

Namun belum ada yang memahami apa yang menjadi tolak ukur saya melakukan ini semua, berjuang keras dalam lingkaran pekerjaan yang sangat saya nikmati ini. yaitu NILAI !! bagi banyak orang NILAI bukanlah suatu hal penting yang harus diperjuangkan mati - matian, bagi sebagian orang menganggap NILAI tidak lebih penting dari sebuah kualitas yang dimiliki, bagi sebagian orang NILAI hanyalah sebatas pengakuan, bahkan bagi sebagian orang NILAI hanyalah selembar kertas yang berlegalisir entah dari instansi manapun.
namun bagi saya tidak begitu, meskipun saya berpikir Kualitas lebih penting daripada NILAI. namun saya memiliki tanggung jawab untuk membuktikkan sesuatu pada sebuah NILAI, pada sebuah akhir yang bisa menjadi suatu kebanggan untuk dilihat. Karena orang yang saya tuju tidak pernah memperdulikan bagaimana prosesnya berlangsung, beliau tidak pernah mau tau dengan bagaimana saya dan duka yang saya jalani seumur hidup ini karena beliau. PRIA terhormat yang menyumbangkan setengah darahnya untuk saya meski tidak pernah ingin memperdulikan saya. Saya hanya ingin membuktikkan bahwa saya mampu berdiri hanya dengan satu kaki, menjadi wanita yang sejajar dengan beliau, tanpa harus menyia - nyiakan sesuatu apalagi seseorang.

Maka seharusnya saya kembali pada hal tersebut dan tidak lagi memikirkan masalah HATI yang tak pernah bisa selesai, saya harus kembali untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi tujuan saya. apapun yang orang lain katakan, apapun yang harus saya hadapi. saya akan mulai melangkah lagi, terus melangkah, hingga batas akhir pembuktian ini. Hanya untuk satu Kaki terkuat yang saya miliki.  IBU. I Love You. <3

Sabtu, 07 September 2013

;; SEMBUNYI ;;

Lagu yang pas dengan situasi yang terjadi saat ini .. sama .. sangat ingin kututurkan dalam lisanku sendiri, dihadapanmu .. sekali saja, dalam pendengaranmu, dengar aku dan suara hatiku .. 

Jangan Sembunyi, kumohon padamu jangan sembunyi ..
Sembunyi dari apa yang terjadi, tak seharusnya hatimu kau kunci ..

Bertanya, cobalah bertanya pada semua ..
disini kucoba untuk bertahan, ungkapkan semua yang kurasakan ..

kau acuhkan aku, kau diamkan aku, kau tinggalkan aku ..

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskanlah tentang dia ..
hapuskan memoriku tentang dia ..
Hilangkanlah Ingatanku jika itu tentang dia ..
kuingin ku lupakannya ..

Sungguh jika bisa aku meminta, aku  menginginkan hal tersebut ..
ingin melupakan kenangan itu, melupakan tentang kita, dan melupakan perasaan ini ..
Hingga hanya ada aku - kamu dalam dunia kita yang baru, tanpa perlu terkait lagi dengan masa lalu ..

Aku khawatir dengan segala persembunyian yang kamu lakukan ini, aku khawatir dengan Cita - Cita yang kamu gantung setinggi Cita - Cita yang kuharapkan pada harapanmu, untuk menyelesaikan Kuliahmu ..
dengan segenap RASA yang masih bertahan dalam HATI ini, aku mengkhawatirkanmu, merasa bersalah dengan segala kemunduran yang kamu lakukan dalam pencapaian Cita - Citamu .. Cita - Cita kita, menyelesaikan Kuliah dalam jangka waktu yang singkat ini .. 

Rasa bersalah muncul dengan hebatnya karena semua yang terjadi, aku memang orang paling EGOIS yang menyebabkan permasalahan ini muncul .. aku juga orang paling EGOIS yang tetap mempertahankan RASA diatas kebimbangan kamu .. aku memang orang paling EGOIS yang masih saja menuntut KATA dibalik BIMBANG yang kamu sembunyikan demi 1 kata yang kusebut RASA .. aku akui itu, aku EGOIS ..

Aku masih mengumpulkan kepingan - kepingan HATI yang kembali pecah akibat guncangan hebat dari BIMBANG yang kamu rasakan, aku masih berusaha, berusaha menjadi ARSITEK HEBAT demi keutuhan HATI ini, demi melanjutkan Cita - Cita yang pernah kita Gantungkan dalam HARAPAN HATI yang pernah kita lewati berdua .. bukan hanya sekedar tentang KITA, bukan hanya sekedar tentang RASA, namun tentang CITA - CITA, tentang sebuah IMPIAN dan HARAPAN di masa depan ..
Demi orang2 terkasih disekeliling kita, dan untuk kebahagiaan HATI kita sendiri ..
aku harap kamu mampu, mampu menandingi aku dalam hal ini ..

Sembunyi tidak akan pernah menyelesaikan masalah, Sembunyi hanya memberikan kita zona nyaman yang mungkin bisa saja lenyap seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi .. zona nyaman adalah diri kita ..


*Just Worried                                    

Jumat, 16 Agustus 2013

:: I'LL BE STOP ::

Baiklah, ini tepat empat purnama kita berpisah. tepat empat purnama aku mengharu biru dalam gelapnya malam tanpa purnama mu. tepat empat purnama aku berjalan dengan setengah jiwa. tepat empat purnama aku berkutat dengan luka dengan pemulihan diri sendiri, dengan keharusan untuk menerima kenyataan.

waktu yang dilalui bersama kamu memanglah tidak panjang, tapi rasa yang pernah ada begitu dalam. hingga sulit bagiku membedakan mana angan dan mana realita jika sedang bersamamu. aku menjadi seseorang yang berbeda, menjadi bukan aku, menjadi lebih periang, lebih wanita, karena berada disisimu.

minggu pertama kita berpisah, aku masih berada di alam bawah sadarku. masih memisahkan antara angan dan mimpi buruk yang telah menjadi kenyataan. lalu minggu selanjutnya berubah menjadi luka, aku terluka dan masih enggan bertemu sapa denganmu. masih kaku terhadapmu. setelah dua purnama berlalu tanpa kehadiranmu di kampus kita, aku mulai mengkhawatirkanmu. mulai melunak untuk tetap menjadi penyemangatmu sesuai janjiku, tanpa ingin menasihatimu. aku hanya khawatir, denganmu, dengan kuliahmu. lalu aku mulai terbiasa dengan perubahan status kita, mulai sehalus mungkin ketika berada bersamamu dengan yang lainnya - berusaha keras!!  meski aku tau - aku masih terlihat kaku. namun apa dayaku, ini hanya usaha yang bisa aku lakukan agar kamu tetap nyaman berada di kampus. agar kamu tetap semangat untuk kuliah, agar kamu tidak terbebani perasaanku. meski beban itu ku alihkan pada hidup dan hatiku.

ya, sejak aku memutuskan memberikan kenyamanan untukmu. berpura - pura bertahan tanpamu meski sebenarnya sudah tak tahan lagi, namun aku diam. aku berusaha untuk bertahan, demi kamu. demi perasaanmu dan segala tentang kenyamanan kamu. hanya itu.

aku terluka, aku terhenti dalam bayangan masa lalu yang masih belum terselesaikan. dan aku mengalami kesulitan untuk terus maju melanjutkan hidupku. pekerjaanku terabaikan, skripsiku berhenti tanpa bisa berlanjut meski semua tenaga dan usaha telah ku kerahkan. nyatanya, aku masih disini. ditempat yang sama.
aku semakin terluka karena ternyata aku tetap tak bisa melanjutkan hidupku hanya karena masalah hati, masalah rasa. sebegitu hebatnya kah kamu?! sehingga mampu meluluh lantahkan  seorang aku yang ambisius.

aku tau bagaimana caranya untuk berhenti, aku hanya perlu menyelesaikan apa yang menurutku belum selesai. aku hanya perlu tau alasan jujurmu melepaskan aku, menghilangkan rasa penasaranku. tidak lewat pesan singkatmu, tapi lewat tatapan matamu. setelah itu maka semuanya selesai. mungkin kamu berpikir bahwa aku GILA, bahwa aku tidak waras dengan memohon padamu untuk bisa bertemu dan duduk berdua dalam satu meja, hanya berdua untuk bicara. mungkin kamu berpikir bahwa aku adalah perempuan tidak tau malu yang merendahkan harga diriku hanya untuk hal itu. hal yang menurut orang lain mudah. 

tapi aku harus apa lagi?? hanya itu caraku untuk bisa menyelesaikannya, aku sudah tidak kuasa lagi bertahan dalam kepura - puraan. aku sudah frustasi menghadapi diriku sendiri yang masih berdiam dalam bayanganmu. aku benci pada diriku sendiri. apa yang harus saya lakukan untuk menghentikannya, menghentikan segala rasa yang saya rasakan. 

Rabu, 03 Juli 2013

:: Lalu Bagaimana ::

saya hanya ingin tetap baik meskipun berat dan menahan rasa yang sakit, saya berusaha sekuat tenaga untuk tetap biasa saja dalam situasi yang tidak lagi biasa, saya berusaha bertahan dengan keadaan yang membuat saya ingin lari dari kenyataan.

hampir tiga purnama masih belum mampu menetralisir segala tentangnya, dan dalam jangka waktu itu aku berusaha seperti seorang bayi yang baru belajar melangkah ~merangkak-berdiri-terjatuh-merangkak lg-berdiri lg-terjatuh lg~ semua nya adalah usaha keras yang aku lakukan untuk meniadakan perasaan sesak seperti yang masih aku rasakan saat ini, terkadang tertawa, dan sering kalinya menangis.

lalu bagaimana aku mampu menghentikan ini, rasa penasaran dalam rasaku pun masih saja terus menghantui. aku bertahan hanya untuk terlihat bahwa aku mampu, aku berusaha sekuat tenaga hanya untuk menunjukkan bahwa aku bisa. harga diriku tak mungkin lagi aku pertaruhkan, meski sesungguhnya aku rela, aku ikhlas jika harus terpuruk dalam luka untuk bisa tetap bersamanya.

namun aku meyakini bukan ini yang terbaik untuknya, jika aku masih saja berkeras memaksakkan ego dan rasa ini. aku hanya ingin menciptakan kenyamanan kembali untukknya ditengah jalan yang sedang ia tempuh dalam perjuangan akhirnya. aku merasakan dalam tatapan matanya yang tak lagi biasa, bahwa aku memang tak lagi mampu mendekat bahkan sekedar untuk bercengkrama biasa dengannya. aku rasa enggan dalam hatiku pun masih dirasakannya.

saya hanya ingin semua ini menjadi biasa meski memang tak akan pernah lagi menjadi baik-baik saja. saya akui itu, yang kesulitan adalah saya dan perasaan ini. namun saya akan terus berusaha menutupinya hanya agar kamu bisa merasa lebih nyaman dengan situasi yang ada. bahkan jika bisa dan itu kamu inginkan aku akan menghilang dalam duniamu. apapun aku rela.


Rabu, 26 Juni 2013

:: Masih KAMU ::

Masih saja kamu yang membayangi hari hariku, padahal sudah lebih dari dua purnama kamu meninggalkan aku dengan sangat menyakitkan. pergi yang tiba - tiba dan tanpa sebab, oh iya aku sedang terlupa bahwa memang seperti itulah kamu dan karaktermu. tapi entah kenapa aku tetap merindukan dua purnama yang kita lewati bersama, dua purnama yang kita lewati memang tidak sempurna tapi begitu istimewa dalam memori yang tersimpan bukan hanya di pikiran tapi juga di hati ini.

Masih saja kamu yang memenuhi segala pemikiranku, segala yang aku lalui dalam hari hariku. padahal sudah dua purnama ini waktu dan hari hariku berlalu tanpa kamu. sudah dua purnama ini aku selalu menanti kamu yang biasanya selalu duduk di sudut kantin itu, memegang secangkir kopi mu sebagai obat lelah setelah perjalanan panjangmu menuju kampus ini. kampus kita.

Masih merindukan kamu dalam setiap tidur ku yang tidak lagi nyenyak karena rasa gundah, masih juga enggan menatap matamu kala senja mengharuskan kita bertemu sapa. masih juga merasakan getaran yang sama ketika angin tak sengaja mengehembuskan namamu di balik telingaku. aku masih rindu, aku masih menunggu. menunggu kesempatan untuk bisa kembali berada di sisimu, dengan situasi yang berbeda namun tetap merasakan hal yang sama. nyaman dalam dekatmu.

Dedicated for my Last moon.,
missing you FF..


Senin, 17 Juni 2013

:: RINDU ::

Sesungguhnya aku tidak berani mengutarakannya secara Lisan, aku hanya mampu berbicara lewat tulisan, Lewat Mata ... Sebenarnya aku benar2 Tidak tahan lagi, bahkan sekedar untuk memendamnya, menelannya dalam2 di relung batinku ... Sesungguhnya aku lebih suka berbicara, mengungkapkan makna dan mendapatkan jawaban tidak hanya lewat tulisan, tidak hanya lewat bahasa, namun juga lewat matanya ... Sebenarnya ini bukan perkara waktu, bukan permasalahan seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan, namun perkara seberapa kuat RASA yang ditanamkan dalam hati, dalam jiwa ...

Waktu yang dilalui bersama bukan ukuran akan seberapa lama kita mampu saling melupakan, tapi RASA yang pernah tersimpan yang akan menjadi kekuatan untuk menarik kita kepada masa yang telah berlalu dan memang harus disimpan menjadi kenangan ...

Rasanya memang tidak cukup adil jika ingin dibanding - bandingkan dengan semua hal yang terjadi, tapi dari manakah segi ukuran adil itu kita buat?? rasanya NAIF jika keadilan hanya dilihat hanya dari satu sisi saja. hanya dari sisi aku, atau sisi kamu.
aku mencoba bertahan dan memikirkan segala hal dari sudut pandangnya, meski akhirnya harus kutemukan kecewa yang lebih dalam ketika aku belum juga mampu menemukan dimana keadilan yang sebenarnya bisa kami rengkuh.

Hembusan angin yang kurasakan di malam itu masih menyejukkan ku hingga kini, masih membayangi setiap langkahku dengan semua kenangan yang pernah kita lalui. tugas kuliah yang kita kerjakan bersama, saling berdiskusi, saling berbagi. tempat - tempat yang sering kita kunjungi, makanan - makanan yang menjadi menu favorit kita. aku rindu itu. rindu masa - masa itu. rindu kamu.

ada masa aku ingin melewati penyiksaan ini, namun aku tidak rela jika aku juga harus kehilangan semua kenangan itu. kenangan dengan kamu. setelah kepergianmu. 

Minggu, 16 Juni 2013

:: Waktu Memang Berlalu ::

Dua bulan pasca kepergianmu .. 
masih belum membawa kenyamanan dalam relung hatiku .. 
Dua bulan pasca keputusanmu .. 
masih saja aku belum menemukan realitaku .. 
Dua bulan pasca Hilang nya kamu .. 
masih saja aku menemukanmu dalam setiap langkah yg aku tapaki .. 

Dua bulan pasca kerusakan alam sadarku karena rasa berdosamu, aku benar - benar berada dalam keterpurukan dalam pencarian realita dan mengalami kekacauan emosi yang berlebihan, aku tidak bisa menangani ini. 

Dua bulan pasca pencampakan yang kamu lakukan padaku tanpa kepastian penyebab yang kamu utarakan dengan jelas, masih saja aku berdiri dan melangkah di alam bawah sadarku, berjalan dengan membuyarkan semua timeline yang kususun pasti dalam setiap langkah hidupku, semua Target ku menjadi sampah. 

Dua bulan pasca deras nya air mataku mengalir, aku semakin kehilangan semua keseimbangan hidupku, aku semakin mati rasa akan semua hal, aku sakit, aku menjadi psikosomatis. aku kehilangan keseimbangan pemikiranku, dan aku takut aku semakin kehilangan juga semua hal yang biasanya menjadi peganganku "SUGESTI POSITIF". 

Aku semakin kehilangan itu, hal yang biasanya aku pertahankan untuk menjalani hidupku yang seringnya datang dengan sangat menyebalkan. hal yang biasanya aku berikan sebagai penguat untuk teman2 yang sedang mengalami ketidaknyamanan, kini aku kehilangan hal itu. aku semakin lemah, dan yang lebih menyebalkannya lagi aku jg kehilangan keseimbanganku untuk mempertahankan kesehatan jasmaniku. fisik ku pun menuruti semua kelabilan yang aku rasakan. dan kini aku merasakan aku semakin hilang. bukan sekedar dari DUNIAMU, tapi juga dalam DUNIAKU.

Apa kamu sudah PUAS ??

Senin, 22 April 2013

:: Aku masih Belajar ::

Izinkan aku untuk belajar menerima semua ini, semua hal mengecewakan yang datang begitu bertubi - tubi . .
Izinkan aku untuk bernafas meski dengan beratnya, ketika harus bertemu sapa dengan kecewa yg datang dalam hidupku . .
Izinkan aku untuk menahan tangis, saat bertemu dengan tatapan itu, tatapan yang sempat bahkan masih membuatku memiliki RASA . .
Izinkan aku untuk berdiri meski dalam diam, karena semua hal ini cukup membuat warna cerahku memudar menjadi kelabu . .
Izinkan aku terlelap dalam ikhlas, semua hal ini membuatku kembali kehilangan makna hidupku yaitu RASA yang sempat kutemukan dalam tatapan matamu, dalam genggaman tanganmu . .

Kali ini kutuliskan, dan semoga ini yang terakhir dengan kecewa yang aku rasa . .
semua yang kutuliskan adalah ungkapan yang tidak mampu aku ucapkan, ketika aku kembali kehilangan RASA . .
dan kali ini, aku PASRAH, pasrah pada keadaan yang mungkin memang telah Tuhan suratkan untuk hidupku, aku yakini ini adalah yang terbaik . .
semoga RASA itu kembali ada, kembali kudapatkan entah kapan dan dimana . .

Sabtu, 20 April 2013

:: TERNYATA, TERLUKA, LAGI ::

Seperti yang tidak pernah belajar dari pengalaman, jika sebuah RASA bergumam maka Logika pun berderai. semua tanda telah terpenuhi dengan mulusnya, namun elakan hati atas nama RASA juga berlari secepat kilat mendahului Logika.

" Who do you think you Are ???!! ", penggalan lagu ini aku kutip mengumandangkan perasaan yang sedang bergejolak sesuai dengan penggalan lagu tersebut. apa hebatnya kamu hingga mampu meluluhkan Logika yang aku miliki. menjadi pasrah pada situasi yang kamu buat dengan sikapmu, seorang aku menjadi seseorang yang berbeda, menjadi wanita yang penurut, lebih sabar, lebih mengendalikan keegoisan dihadapanmu, namun sangat bahagia dengan berada disampingmu dalam nyaman yang mampu aku rasakan setiap kali kamu mengisi hari - hariku.

Kehebatan yang tidak aku dapatkan dari pria manapun yang selama ini dekat denganku, dengan topik pembicaraan yang sama, dengan ketertarikan yang sama, dan entah dengan apalagi, aku mampu merasakan ini semua dan berjanji akan memperjuangkanmu hingga titik lelahku tiba.

Aku tau bagaimana karaktermu, aku cukup mengenal karakter seperti itu berdasarkan semua teori dan kepekaan yang dibentuk dalam ilmu ungu yang sama - sama kita pelajari di perkuliahan. aku berusaha mengendalikan diriku untuk mengerti dan untuk menghadapi dirimu, aku berjalan dengan kokohnya untuk bertahan mempertahankanmu dan hubungan ini. 

Entah bagaimana dayaku menjadi mampu sekuat itu demi seseorang yang baru saja aku tatap matanya secara dalam, baru saja menemani aku berbincang tanpa jenuh selama berjam - jam, baru saja menjadi HERO dalam setiap langkah malamku yang melelahkan, baru saja menyapa setiap inci dari raga dan jiwaku, baru saja mendendangkan lagu dalam alunan gitar yang kau petik sendiri untukku, baru saja mengenalkan aku pada teman2 terdekat dan rumah kesayanganmu.

Entah bagaimana aku mampu berpikir lagi, Logika ini telah lenyap dengan munculnya RASA yang sangat sulit kutemui setelah Luka dimasa lalu. banyak keraguan yang aku rasakan dari tingkahmu, namun Logikaku telah lenyap hingga tidak ada lagi yang mampu menahan RASA ku untuk terus menetap menjadikanmu tujuanku.
meski ternyata, tidak begitu bagimu.

30 hari yang membahagiakan bagiku, meski saat2 tersebut harus melalui banyak hal yang melelahkan. mengorbankan banyak hal, dan menciptakan situasi yang tidak menyenangkan untukku, untukkmu hingga saat ini. tapi aku tidak akan menyerah. belum.

Pikirku ini akan berjalan lebih baik, lebih lama, dengan semua pembicaraanmu (seakan - akan usahamu akan lebih jauh untuk mempertahankan ini). namun ternyata tidak, tepat setelah 30 hari dilalui tanpa celah, kita mulai merasa bahwa ini tidak sebaik yang aku ekspektasikan. ekspektasi yang aku miliki terhadapmu terlampau besar,  sikapmu secara nyata berubah. drastis.

Aku mulai memahami bahwa ini adalah hal yang selalu kamu bicarakan, karakter buruk yang masih saja kamu pertahankan dan mungkin juga terlalu sulit untuk mampu kamu kendalikan. JENUH. itu adalah karakter buruk yang selalu kamu sebut - sebut berulangkali untuk meyakinkan bahwa aku harus lebih bersabar menghadapimu, sikapmu. dan meskipun sulit juga menjadi hal baru untukku, aku yakin, aku bisa, aku mampu. asal bisa bertahan denganmu, disisimu.

Gila, mungkin seperti itu aku dihadapan mereka semua. teman2 baikku. melepaskan kepastian demi sebuah RASA yang masih gamang, masih semu. namun apa daya ketika hati berkata bahwa ini lebih penting daripada sebuah kepastian, apa daya ketika hati berkata bahwa aku mampu bertahan dan membuatmu menjadikanku sebagai tujuanku. namun apa dayaku pula, ketika perubahan drastismu yang masih mampu aku terima tiba2 kamu rubah dengan perputaran 180 derajat. Hilang, Dingin, itu kamu.

Jika hanya sikap seperti itu, meskipun berat aku rasa aku masih mampu mengimbanginya dengan segala aktifitasku yang melelahkan. aku masih memiliki pelarian jika hanya sebatas sikap itu.
tapi pada moment ini, moment dimana aku membutuhkanmu sebagai supporter keduaku saat aku akan melaju dalam langkah akhir di perkuliahanku. jangankan memberi support, ingat pun tidak.

Aku masih diam, aku berusaha sabar dengan semua hal yang terjadi. aku berusaha mengerti bagaimana karaktermu, berusaha menyesuaikan diri denganmu.
tapi di siang itu, di jam yang kamu tau sedang ada aktifitas apa aku . .
tiba sms itu, seperti dahulu mengungkapkan sayang, menyemangati aku . .
tapi ada yang ganjil buatku, karena dalam sms itu kamu menuliskan melalui pertanyaan '' aku masih tidur?? ''
padahal biasanya kamu tau, pada jam itu adalah jam kerja untukku. setelah aku balas, ketus balasanmu dan kamu kembali hilang dengan drastisnya. aku terima. meski tanya selalu berkecamuk dalam hati dan benakku.
feelingku berkata hal yang negatif, meski RASA ini menyangkalnya dengan sangat keras. aku Sakit.

Aku masih berusah bertahan, bahkan mungkin sudah mulai terbiasa. tapi kamu yang memulainya, kamu yang ingin mengakhirinya. aku tidak akan pernah ikhlas, namun aku tidak akan pernah merengek untuk sebuah kata yang selalu aku junjung ketika bertemu denganmu. RASA.

Aku biarkan kamu berdelik dengan segala perkataan yang menurutku klise, namun aku sangat sadar. apa daya seorang aku untuk memaksamu bertahan denganku. aku hanya tidak ingin ada lagi yang membuatku semakin terpuruk, aku berusaha mengendalikan diri ini meski sangat sulit, aku tidak bisa. aku berusaha bertahan untuk tetap dalam kesadaran yang baik dalam situasi ini. aku berusaha melenyapkan harapan yang ada dalam diriku meski sangat sulit.

dan ketika namaku di Phonebook nya telah dirubah, juga status hubungan di jejaring sosial telah dihapuskan OLEHNYA. aku menjadi yakin, bahwa ini bukan hanya sekedar jenuh dan butuh waktu untuk sendiri. aku tersadar bahwa aku tidak lagi memiliki harapan. dan sekali lagi aku terluka, oleh satu kata yang kusebut RASA.


:: Dedicated of you FF ::

Sabtu, 09 Maret 2013

"Salam Sapa Blogger Personal"

Ada kalanya saya yang Penuh Cerita menjadi seseorang yang Bisu . .
Ada kalanya saya yang Penuh dengan Canda Tawa menjadi seseorang yang Muram . .
Ada kalanya saya yang Cinta pada kedamaian menjadi seseorang yang Penuh dengan Amarah . . 

Namun melalui ketikan - ketikan abjad yang akan muncul dLayar Laptop lalu dipublikasikan untuk diungkapkan pada seseorang atau bahkan banyak orang, saya mampu mengendalikan diri untuk tidak terlalu meledak - ledak mengekspresikan apa yang saya rasakan pada lingkungan ini secara langsung . .

Untaian - untaian kata yang masuk melalui indera pendengaran menjadi jajaran simbol berlafaskan hidup pada memori kecil di otak bagian belakang, bersembunyi, namun mengganjal jika tidak diutarakan . .

Maka melalui Blogger Personal ini, saya berbahasa tanpa harus bersuara . . 

Sabtu, 02 Maret 2013

Realita VS Kata Hati

ini realita, aku mencintai dia yang bukan kekasihku.
ini realita, kini dia menjadi pria kedua yang mengisi waktu luang dan ruang kosong dalam hati juga benakku.
ini realita, dia dengan rasanya yang sama denganku berusaha bertahan menjadi yang kedua dalam hidupku dihadapan mereka semua. 
ini realita, bagaimanapun caranya kami menyangkal, dan melupakan situasinya.  hubungan kami tetap terbatas. hanya sebatas ini.
ini realita, sekeras apapun kami bersuara, situasi ini sulit dirubah.
ini realita, aku dengan egoku, dia dengan egonya. saling mempertahankan hubungan dengan kebahagiaan baru yang semu dan entah sampai kapan mampu kami pertahankan. atau mungkin harus kami hentikan.
ini realita, sulit untukku mengabaikan situasi ini. namun lebih sulit lagi ketika harus mengenyahkannya dalam keseharianku.

dan kata hati hanya berkata
"Ingin kamu, ingin terus berada disisimu, ingin terus menatap matamu, ingin terus dicintai olehmu."
Hanya itu.

Kamis, 28 Februari 2013

:: Lagi (Part.1) ::


Jejaring sosial, terkadang membuat banyak hal baru datang dan jadi menyenangkan . . .
tapi kali ini jejaring sosial menjadi hal yang memicu air mata keluar tanpa bisa dicegah, dan entah untuk keberapa kalinya ini terjadi dan entah untuk keberapa orangnya ini memicu lagi hal yang menyakitkan . . .
kali ini lebih dari sekedar tangis, tapi juga luka, sakit . . .

Mungkin aku adalah salah satu perempuan paling tidak bersyukur di dunia ini, aku sudah memiliki cinta yang tulus untuk menjadi imam dunia akhiratku yang menggantikan "DIA" sang pengkhianat di masa lalu namun tetap saja rasa hati ini masih menyimpan "Rasa" yang entah bisa kusebut apa untuk "DIA" . . .

Penasaran, Sakit, Senang, Rindu, banyak hal yang membuat aku tertegun ketika hari itu 4 Januari lalu aku harus dipertemukan lagi dengan "Masa Lalu" yang telah menghilang selama hampir 3 tahun ini . . .

Penasaran, ketika banyak hal yang berkaitan dengan dirinya muncul secara perlahan namun pasti, menggelitik aku si penonton untuk terus menerka segala hal yang sangat aku hafal tentang dirinya.

Sakit, ketika ternyata itu benar adalah "DIA". Ketika aku harus menelan kecewa dengan semua kenyataan pahit yang memang seharusnya sudah kuterima dari dulu, yang seharusnya sudah aku ikhlaskan semenjak 3 tahun lalu.

Senang, karena akhirnya setelah 3 tahun mencari, menduga,  menanti,. Aku menemukan DIA lagi yang juga sepertinya mencari dan ingin mengungkapkan sesuatu tentangnya, ingin banyak bertanya tentang aku. Tuhan tolong hapus rasa ini, aku terluka.

Rindu, sungguh aku merindukannya, aku ingin menatap matanya, aku ingin menyentuh pipinya, aku ingin melakukan segala hal yang biasanya kita lakukan.

Tuhan, mengapa cinta pertama begitu berarti untuk tetap berada di hati ? padahal yang bisa kuyakini saat ini adalah semua sikap pengecutnya sudah mendarah daging, sudah menetap sebelum aku bertemu dengannya hingga aku buta pada Cinta yang tidak lagi tulus dan ternodai oleh Hasrat Dunia. Hingga kini hanya ada luka.

Mengapa kenyataan yang dia berikan lebih menyakitkan daripada hal yang aku bayangkan ?