Sabtu, 27 Mei 2017

✓ Rumah Tangga Rumah ✓

Ahhh ada saja yang harus terjadi dalam hidup ini.
Perasaan sensi ibu ibu hamil memang selalu menggila, dan gila datang di suatu waktu yang tak pernah terkondisikan. Tak pernah bertanya, tak pernah memilah, tak pernah memahami. Hahahaa

Tertawa saja lah seharusnya saya menghadapi semua ini, serta bertanya tanya puluhan ribu kali dalam beberapa jam terakhir. Perlukah ditanyakan? Perlukah dijadikan pembahasan? Perlukah difikirkan? Ataukah biarkan saja lalu berlalu lewat terabaikan?

Ahh usaha saya dalam meniti rasa yang damai masih belum lulus S1, saya masih berkecamuk dengan rasa kecewa yang mendalam karena 1 tindakan impulsif nya pagi ini yang sebenarnya sangatlah positif. Hanya...

Hanya pengabaian nya terhadap suatu hubungan yang kami jalani yang rasanya membuat saya tersakiti, ribuan tanya dalam beberapa jam terakhir ini mencuat begitu saja.
Q: Lalu saya apa? Tidak diajak diskusi untuk masalah tersebut?
A: ahh mungkin dia memang sekalian, mumpung ada waktu. (Saya yg menjawab sendiri untuk menentramkan hati)
Q: Kenapa pilihan nya jatuh pd kredit? Bukankah pd tiap diskusi sudah kami janjikan tidak ada kredit2 dalam bentuk apapun kecuali rumah (itupun karena kepepet dan pilihan akhir). Apa berarti pembicaraan kami dan keinginan saya selama ini diabaikan? Tidak diperhatikan? Atau tidak didengarkan?
A: ahh mungkin itu caranya untuk menabungkan hasil jerih payahnya, biar ga kepake kalo masih disimpen dalam bentuk uang. Tidak lebih, tidak kurang.
Q: namun saya masih saja belum puas.  kenapa saya tidak dilibatkan untuk mendiskusikan pilihan? Apa dia tidak mempercayai saya? Tidak menganggap pemikiran pemikiran saya sebagai sesuatu yg bisa dipertimbangkan? Tidak mempercayai kompetensi yg saya miliki? Ahh jika benar rasanya sakit sekali, bahwa saya dan segala kompetensi yg saya miliki bahkan diabaikan oleh dia. Padahal saya melepaskan ambisi dan menunda cita2 saya demi fokus pada dia dan segala sesuatu untuk anak2 kami.
A: Tidak lah, dia tidak akan memikirkan hal serumit itu. Seperti semua pemikiran saya, saya meyakini.. dia menyayangi saya dan keluarga kami, seperti yang selalu dia ucapkan.
Q: Lalu kenapa tidak ada transparansi ketika dia mendapatkan uang project itu? Jika tidak ditanya mungkin saya tidak akan tau.. bahkan tidak ada jejak dalam semua chat nya tentang pembayaran tersebut, apakah lewat telp? Atau dihapus agar saya tidak tau?
Padahal saya selalu berusaha transparan dengan semua pendapatan yang saya dapatkan, meskipun saya memiliki rek.pribadi saya berusaha memberikan contoh dengan memberikan rekening nya yg saya anggap sebagai rekening rumah tangga jika ada pemasukan yg saya dapatkan dan bisa kami gunakan bersama untuk apapun itu keperluannya. Ahh ternyata dia lebih mempercayai oranglain untuk memilih sesuatu dibanding perempuan yang dinikahi nya?
Ahh atau memang karena awal pernikahan yang kurang tepat maka memang kepercayaan nya pada saya tidak terbentuk dalam sebuah pernikahan? Makin difikirkan makin menusuk rasanya.
A: tidak lah, percaya saja. Dia tidak seperti pikiran buruk yang muncul dalam bayang2 gilamu. (Saya masih saja menekankan dengan kuat semuanya dalam hati!! Dalam hati!)

Makin lama, makin datang ribuan tanya yang menyesakkan dada. Buruk, semakin menusuk.
Lalu muncul lagi kekuatan untuk menguatkan, untuk mengabaikan, untuk menetralisir keGILAan pikiran yang menyerang tanpa permisi.

Namun tetap sakit, tetap butuh penjelasan, bahkan bukan sekedar kalimat untuk "meminta maaf".

Jumat, 14 April 2017

Rindu

Terbangun dengan kegelisahan
rasa rindu menggebu kalbu
rindu rindu rindu

Sungguh rindu pada masa lalu
pada masa itu, masa yang telah kupilih untuk ditinggalkan

Rindu dengan waktu yang jarang kumiliki
rindu dengan tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan
rindu dengan mereka semua orang yang menyebalkan
namun tetap selalu kurindu
rindu dengan duniaku
di masa lalu

Selalu merasa bahwa kekuatan pasti ada
untukku melepaskan untukku meninggalkan
namun...

ahh sementara hati merindu
aku bergelut dengan semua pilihan
masih saja tidak tau dengan apa ku harus berjalan
masih saja tidak mengerti dengan apa aku bertahan
seakan tak ada jalan, seakan tak punya kekuatan

namun...
hanya boleh aku yang tau
hanya boleh aku yang merasa

mereka tak perlu.

Sabtu, 05 November 2016

Dilema tak Berujung

Malam senyap, ini malam ke empat frustasi begitu melanda hati.
Terlebih bayi mungil sedang menjadi sangat merajuk, tidur lebih dari tengah malam, dan sang ayah tidak bisa disalahkan dg tumpukan pekerjaannya yg menuntut untuk diselesaikan.

Berharap ada keajaiban, berharap masalah demi masalah bisa tersampaikan dg mudahnya demi ketentraman hati.
Namun lelah, mengapa hanya diam n gundah yang menyapu raga? Bahkan dalam sujud hanya tersisa basah yang beralaskan sajadah.

Dilema. Menjadi sarkastik jika didengarkan. Sepenggal kata klise jika diungkapkan.
Bahkan dalam canda sulit untuk mengungkapkan.

Seluruh kebaikan n keikhlasannya membela keluarga, membuat jiwa remuk luluh lantah. Lumer bagai mozarela, meleleh bagai plastik yang terbakar.
Hingga merasa harus merubah haluan, demi membayar keikhlasan sang suami.
Harusnya bahagia yang dirasa dengan beribu-ribu pengertian dan perhatian yang dia berikan, ratusan fasilitas yang disajikan, bimbingan ilmu agama yang tak pernah luput tiap harinya dilakukan, lalu apalagi yang dibutuhkan?Hampir tak ada.
Harusnya aku merasa Bahagia.

Sedihnya tidak, rasa hati kelu. Bertanya-tanya apa yang harus kulakukan?

Jakarta,
05 November 2016

Jumat, 26 September 2014

Ditata, Menata, Tertata ...

Cinta .. menata cinta tak pernah semudah menata meja .. atau buku - buku di rak itu..
yaa yaa .. hanya "yaa" yang bisa menjadi balasan dari semua keluh yang kuutarakan..
bukankah Cinta tulus tanpa pamrih?? yaa, tapi tidak juga tanpa perhatian dan pemberian..

Saat hati meledak kemana saja si Cinta itu?? membiarkan hati terluka sendiri..
ketika air mata ini pecah, kemana saja Sayang itu?? merelakan tangis jatuh pada bantal, bukan padanya..
waktu Dada ini sesak, bersembunyi dimana Rindu?? mengingat keluhan dari rasa sakit ini pun tidak rasanya..

Dinding kamar dan jamur saja bisa saling mengerti tanpa bisa bersuara..
lalu mengapa suaraku saja tidak bisa dengan mudahnya dipahami?
marah, tangis, meminta .. lelah jika harus terus begitu ..

Bisa bertahan sampai saat ini adalah perjuangan..
perjuangan yang harus melewati beberapa peperangan..

Bisa punya niatan dan semangat untuk memikirkan masalah pernikahan adalah batu Loncatan yang besar untuk seorang saya, seorang yang pada Cinta pun masih belum percaya..
lalu mengapa masih tetap bertahan diatas luka?? entah ..
rasa ini terus mendorong seorang saya melakukan banyak hal yang sesungguhnya berada diluar zona saya..
ini keajaiban, setidaknya buat seorang saya..

tapi jika sampai saat ini saya masih lebih sering merasa sendiri..
lalu masih sering menangis dan menahan luka sendiri..
masih juga bertahan dengan kekuatan menyendiri..

untuk apa semua batu loncatan itu?? untuk apa semua perubahan yang menjadi "keajaiban" untuk seorang saya.. untuk apa saya bersenang-senang memikirkan semua hal yang sesungguhnya menyakiti saya..

karena sesungguhnya, saya ingin berbagi..
disaa saat seperti ini, tanpa memerlukan kata "permohonan"..
saya ingin Cinta mengerti, saya terluka, saya tidak ingin sendiri..

Jangan biarkan saya terus terluka dan merasa sendiri..
karena jika semuanya terlanjur tertata seperti sedia kala..
saya akan kembali berpikir,
untuk apa adanya pernikahan jika kita mampu menanggung semuanya sendiri..

Jumat, 19 September 2014

:: Desiran Luka ::

Aku merasa tidak mampu menjadi apapun untukmu sayang ..

Aku hanya mampu menjadi perawat dalam setiap sakitmu, Koki untuk menu sarapan dan makan siangmu, Laundry untuk setiap pakaian yang tertinggal .. ada lagikah yang bisa aku lakukan untukmu?? mengapa aku jadi merasa tidak berguna untukmu??

Aku tidak memiliki kemampuan untuk membantu dalam kesulitan pekerjaanmu, bahkan sekedar untuk mendiskusikannya ..
Aku pun masih kalah dibanding Rokok, PES, COC dan Billiard untuk menjadi penghilang jenuhmu, untuk menjadi moodboster dalam rutinitas pekerjaanmu ..
Aku tidak mampu menjadi teman berbincangmu, aku tidak memiliki kemampuan Komputer, atau pemahaman mendalam mengenai agama yg menjadi dasar keimanan kita yg bisa diperbincangkan, sepertimu dg mereka ..
Bahkan candaku belum mampu memunculkan tawa renyahmu, kehadiranku membawa kegelisahan untukmu, kebersamaan kita tidak menimbulkan keceriaan dan gelak tawa yang biasa kamu munculkan dengan mereka, dengannya ..
Binaran dalam tatapan matamu pun sama, berbeda .. Binar bahagia yang muncul saat kamu bertemu dengannya, dan Binar Iba yang tersirat dalam tatapanmu untukku ..

Beribu "Andai" berkecamuk dalam benakku .. Beribu "Mengapa" bersemayam dalam hatiku .. Cinta-kah yang membuatnya memilihku???

Desiran rasa sakit menyatu dengan darah yang mengalir .. Kicauan kekecewaan berpacu dalam setiap helaan nafas yang terhembus .. dan Ribuan luka berjalan seiring dengan buliran air mata yang mengalir semakin deras ..

Aku ini apa? Aku ini siapa? yaaa.. Aku memang bukan apa - apa .. Aku juga bukan siapa - siapa ..

Selasa, 10 Juni 2014

.. Love Letter for my R ..

Rasa syukur yang begitu mendalam aku ucapkan ketika bisa mengenalmu lebih dekat ..
seseorang yang tidak pernah aku bayangkan kehadirannya dalam hatiku ..
seseorang yang begitu menyebalkan namun selalu membuat ku rindu ..
seseorang yang akhirnya membuat aku merasakan makna hidup ini ..

ini bukan lagi persoalan siapa yang memenangkan hatiku ..
meskipun semuanya berawal dari hal yang tidak mudah ..
aku masih menyimpan harapan bahwa cerita ini akan menjadi yang terindah ..

waktu beberapa tahun pun tidak akan cukup untuk sepasang manusia mengenal satu sama lain, lalu bagaimana dengan kita ?? kita yang sudah lama bersama namun baru - baru ini bisa saling mengenal lebih dekat satu sama lain dengan kebersamaan yang berbeda dari sebelumnya ..
dengan surat ini izinkan aku membuka apa yang sesungguhnya aku rasakan ..

aku bukan siapa - siapa ..
bukan wanita sempurna, bahkan tidak akan pernah mampu untuk menjadi wanita sempurna ..
mungkin juga aku jauh dari wanita idaman yang ada dalam benakmu ..
namun aku janjikan, untuk bisa jadi wanita terbaik dalam hidupmu ..
  
aku tidak berasal dari latar belakang keluarga yang terkenal ..
namun bisa aku pastikan kedua orangtuaku cukup hebat untuk menjadikanku wanita yang mandiri .. wanita yang paham akan sulitnya dunia dan mampu bertahan dalam pikuknya bumi ini ..

aku memiliki kepalsuan dalam hidupku .. 
aku bisa bertahan dalam kesendirian, meski aku merasakan kesepian ..
aku wanita yang perasa, mudah kecewa, menangis .. namun dihadapan oranglain, kamu ataupun orangtuaku .. aku tidak bisa menunjukkannya .. aku hanya bisa tersenyum atau bahkan tertawa .. 
akan sulit untukku merubah hal itu, namun aku pastikan hanya hal itu yang menjadi kepalsuan dalam hidupku .. 

aku sangatlah naif, aku juga manja dan egois ..
maka aku mohonkan, bersabarlah bersamaku .. bimbinglah aku menuju tempat terindah disisi ALLAH SWT bersamamu ..

aku bukan yang pertama dalam hatimu .. begitupun kamu dalam hatiku ..
namun aku yakinkan kamu akan menjadi yang terakhir untuk mengimami aku dan anak - anak kita nantinya ..

aku dan kamu adalah manusia yang berbeda ..
memiliki pemahaman yang seringkali berbeda ..
namun aku mohonkan, berpegang eratlah bersamaku untuk saling belajar menyesuaikan diri, untuk belajar saling memberi kebahagiaan satu sama lain .. 


Terimakasih untuk Usaha kerasmu untuk belajar membahagiakanku,
 semoga ikrar dan niat baik kita diberikan kemudahan oleh NYA .. 

Minggu, 08 Juni 2014

.. Last Letter for you ZR ..

Surat terakhir untukmu ..
semoga kamu selalu baik - baik saja dalam lindungannya ..
semoga kamu bisa jauh lebih bahagia, bisa lebih mampu menatap masa depanmu ..
semoga kamu bisa mendapatkan seseorang yg mampu bertahan dan tulus menyayangimu .. 

aku hanya bisa berkata semoga, aku hanya mampu mendoakan, didalam hati ..

dusta jika aku tidak merasa kesepian ..
ketika aku telah terbiasa selama itu menjadi pusat perhatian didalam hidupmu ..
bohong jika aku telah lupa dengan semuanya ..
ketika kita telah selama itu terbiasa bersama, ketika akhir cerita telah kita rancang dengan begitu indahnya, ketika semua cerita telah aku dan kamu telah dirangkum menjadi kita ..

di detik detik menuju perpindahan angka dalam usiaku, aku menuliskan semua ini sebagai ungkapan terakhir untukmu ..

Izinkan aku berlutut dalam mimpimu ..
meminta maaf dengan segenap perasaanku ..
meminta maaf dengan seluruh ketulusan yang aku miliki ..

maafkan aku yang pada akhirnya harus sangat melukai hatimu ..
maafkan aku yang pada akhirnya juga harus melukai hati keluargamu ..
maafkan aku yang pada akhirnya harus benar - benar melupakan kita .. 
maafkan aku yang pada akhirnya harus benar - benar meninggalkanmu .. 

terimakasih untuk 3 tahun yang sangat berarti ..
terimakasih untuk nasehat yang selalu kamu tujukkan untuk kebaikanku ..
terimakasih untuk waktu yang telah kamu relakan untuk selalu berada disisiku ..
terimakasih untuk setiap maaf yang kamu berikan dengan tulus ketika aku salah .. 
terimakasih untuk semua hadiah yang selalu kamu tujukan untuk menyenangkan aku ..
terimakasih untuk setiap perhatian yang kamu tujukkan padaku dengan sangat detailnya ..
terimakasih untuk setiap kenangan yang kamu berikan setelah melewati 3tahun kebersamaan .. 
terimakasih untuk segala perjuanganmu untuk bertahan disisiku dan untuk mempertahankan hubungan itu .. 
terimakasih telah menjadi pria yang sangat bahagia, membanggakan aku sebagai pasanganmu ..
terimakasih untuk keikhlasan kamu melepaskan aku dan kemauanmu untuk berjuang, belajar berdiri tanpa aku dan cita - cita kita ..  

mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan seseorang sepertimu, begitupun dengan kamu .. karena tidak akan pernah ada yang sama ..
namun semoga kita sama - sama mendapatkan seseorang yang terbaik untuk berada disisi kita, membahagiakan kita, selama sisa hidup yang kita jalani ..

semoga tidak ada lagi penyesalan untuk keputusan dan akhir dari cerita ini ..
semoga semua kenangan yang telah terlewati bisa menjadikan kita lebih baik dalam menghadapi hidup ini ..

berjanjilah untuk tetap selalu bahagia, untuk tetap menjadi kamu yang selalu berusaha memperbaiki diri demi kebaikanmu dan keluargamu ..
karena suatu sekarang dan suatu saat nanti, aku adalah orang pertama yang akan sangat bahagia ketika melihatmu berbahagia menjalani hidupmu ..




Rabu, 07 Mei 2014

START for FLASHBACK

Setelah berbulan bulan disibukkan dengan laporan laporan dan laporaan ..
fokus pada hal yang bukan menjadi prioritas ..
Maka saya seseorang yg sungguh ribet dalam beberapa hal, hhe akan mencoba menata hal2 yang sudah terjadi 1 tahun ini .. mencoba merangkai dan menata hal - hal yang dipikirkan dan dirasakan 1 tahun kebelakang, untuk mencoba menata kembali masa depan dan target - targetnya tanpa harus memikirkan masa lalu yang sekiranya masih tertinggal jika tidak diusahakan untuk ditata ..

Marii besok kita launching, tepat 30 hari menuju usia saya yang mencapai 1/4 abad .. hhee
"30 Hari Menuju 25 Tahun" akan menjadi Diary singkat yang akan saya tulis dalam dua Blog yaitu http://fitrisuciatiwirawandailyof.blogspot.com/ dan http://imeanmymindbahasahati.blogspot.com/ selama 30 hari (jika diberikan umur panjang *amiiiiiin) untuk merangkum apa saja yang sudah terjadi selama 25 tahun kehidupan, selama 1 tahun terakhir ini, dan kegiatan - kegiatan yang saya lakukan setiap harinya .. 

Semoga bisa Disiplin yaa .. Belajar .. Harus, Pasti Bisa .. 
Semoga bisa menjadi kenangan dan cerita yang selalu menjadi pelajaran untuk bisa menempuh kehidupan dengan lebih baik lagi, untuk siapaun yang membacanya, untuk mereka yang mempunyai peran dalam setiap cerita, dan terutama untuk saya pribadi sebagai pemeran utama .. 

Senin, 10 Februari 2014

:: Tertahan, Menahan (Tentang Kamu, Tentang Kita) ::

Dada ini bergetar kala hari itu kita diharuskan kembali bertatapan muka ..
Bola mata ini tak kuasa beralih hanya untuk menenangkan rasa yang tak kunjung reda ..
Pandangan ini sengaja ku alihkan, tertunduk segan tak berani mengarah pada tatapan matamu ..

Bukan benci, bukan marah, apalagi Dendam ..
tapi aku enggan membuatmu tau, bahwa aku merasakan hal yang membuatku sangat tidak nyaman ..
aku masih merasakan gejolak egoku untuk terus tetap berada disampingmu, berada dekat denganmu ..
aku menahan rasa inginku, aku bergelut dengan perasaan kecewa dan sayang terhadapmu dalam batinku, aku menahan pilu setiap kali kita berkomunikasi, aku menahan sedu kala bayanganmu dan semua tentang kita muncul dalam benakku ..

Aku tau apa inginku, tapi aku tidak akan pernah mengungkapkannya .. apalagi memintanya ..
biar hanya aku yang tau, biar hanya aku yang rasa .. Pilu nya menahan rasa, sesaknya menahan sedu ..
Lari adalah pilihan terbaik untukku saat ini, apapun caranya akan ku lakukan untuk bisa Lari dari apa yang aku rasakan ..
aku hanya ingin memberikan apa yang kamu inginkan.. aku hanya berusaha untuk bisa menjadi kenangan baik yang bisa kamu ingat ditengah segala kurangnya seorang aku.. meski aku yang harus terluka, aku hanya meminta kebahagiaanmu, ketenangan batinmu bagaimanapun caranya itu .. aku hanya akan berusaha untuk mewujudkannya ..

~RS~



Kamis, 06 Februari 2014

:: Bukan Tentang KEHILANGAN ::

Jika benar Cinta, Rasa cemburu itu nyata ..
Jika benar Cinta, Maka tidak akan pergi meski diminta ..
Jika benar Cinta, Keinginan untuk saling mempertahankan itu ada ..
Jika benar Cinta, Rasa takut kehilangan itu membuat batin tersiksa ..
Jika benar Cinta, Maka tidak akan dibiarkan bertahan dalam situasi Luka ..

Jika benar Cinta, tidak akan pernah saling merusak satu sama lain ..
Jika benar Cinta, akan selalu ada rasa berdosa ketika telah saling menodai hati ..
Jika benar Cinta, maka akan sama2 membentang sajadah berdua, bersimpuh dalam doa ..
Jika benar Cinta, akan mencari jalan terbaik untuk tetap bisa bersama dalam situasi yg lebih baik ..
Jika benar Cinta, tidak akan ada yg ditinggalkan untuk semakin dalam terjerumus dalam keterpurukan ..

Jika benar Cinta, maka Dia tidak akan pergi sendiri demi Kata "Menjaga Diri" ..
Karena Jika benar - benar Cinta, maka Dia akan membawa dan mengangkat yang dicinta untuk bisa berjalan beriringan dalam Ridho Allah bersama dengannya .. tanpa diminta ..



~RS~


Jumat, 31 Januari 2014

:: Sooner or Later, Now 31012014 ::

03:45
Dan masih terjaga di detik detik menjelang kumandang adzan, masih menahan sedu yang tertahan sejak siang di perayaan Imlek yang biasanya menimbulkan keceriaan. aku masih berharap tanggal 31 itu tidak pernah ada, aku masih berharap tanggal itu tidak harus kulewati seperti ini.

aku tau, cepat atau lambat ini pasti akan datang, kini ataupun nanti ini akan berakhir, sekarang ataupun besok ini yang akan terjadi padanya - padaku - pada kita. seperti peramal yang bisa merasakannya, aku selalu merasakannya sejak dulu, bahwa dengan kasih dan rasa yang selalu terungkap ada kata yang tak mampu terucap. ada ingin yang tak mudah terlontar. bahwa tujuanmu tidak tertuju padaku, meski hatimu selalu berada tepat dihatiku..

ada batas yang sebenarnya menghalangi aku dan kamu - kita, namun aku selalu berusaha untuk belajar melewati batas itu, meski terlalu lambat untuk melewatinya namun aku berusaha. aku berusaha untuk menjadi aku yang lebih baik dari sebelumnya, bukan karena kamu, bukan juga karena aku.. tapi karena kita.. karena aku selalu ingin melewati batas yang menghalangi kita.. ingin menghapus batas yang selalu kurasakan untuk menjadi kita..
batas yang membuatmu selalu merasa tidak nyaman, batas yang membuatmu selalu merasa bersalah, batas yang membuatmu akhirnya melepaskanku dalam rasa kasih yang menurutmu "dalam"..

entah darimana ini bermula, namun rasamu mampu melenyapkan ketakutanku, perhatianmu mampu menenangkan gundah dan panik ku, kehadiranmu mampu membuatku tertidur lelap, dan tutur bahasamu mampu membuatku sangat ingin melewati batas Kita. mampu membuatku sangat ingin bisa benar - benar berada dalam genggamanmu, genggamanmu yang nyata.

setiap kebersamaan yang kita lalui, selalu kurasakan tatapan mata itu dalam pandanganmu, tatapan mata yang menyimpan asa, tatapan mata yang menahan kata. dan menyebalkannya aku tau apa makna tatapanmu, aku tau apa yang akan terjadi jika aku izinkanmu mengungkapkannya. aku pun sudah memikirkannya sejak lama, memikirkan tentang  kita, memikirkan akan bagaimana kita, memikirkan harus bagaimana kita.. dan buruknya semua pikiranku tidak pernah berakhir dengan kita.. selalu berakhir dengan kata aku - atau kamu.

dengan semua hal itu aku sudah siap, yaa sesungguhnya aku sudah mempersiapkan diri untuk tetap bertahan tanpa kata Kita. namun pada percobaan pertama aku telah gagal, aku tidak mampu dan aku mengembalikan kata Kita. kini pada waktu yang sama sekali tidak aku pikirkan, aku merasakannya.. merasakan seolah dekapan dan tatapan mata itu adalah yang terakhir, merasakan seolah genggaman itu tak akan lagi pernah ada.

andai tidak ada hal lain yang mengganggu waktu terakhir kita sebagai Kita, aku tidak ingin melepaskannya begitu cepat. tidak akan berhenti menatapmu begitu cepat. tidak akan melepaskan genggaman dan dekapanmu begitu cepat. tidak akan diam menahan sedu dan semua kata juga rasa ini sendiri dalam diam. tapi aku bisa apa?? aku pun tidak ingin lagi menjadi bebanmu, menjadi beban rasa yang harus kau tanggung dengan tidak nyamannya selama kita menjadi Kita. tidak ingin membuat kamu menunggu dengan waktu yang lama untuk aku mampu dengan sepenuhnya melewati batas ITU.

aku hanyalah aku yang selalu mengalami kesulitan untuk menahan airmata, untuk menahan rasa dan untuk mengungkapkan kata. aku hanyalah aku yang jadi berubah menginginkan Kita ketika kamu datang dalam gamangnya aku di waktu lalu. aku hanyalah aku yang sudah berusaha keras untuk berubah menjadi aku yang lebih baik demi sebuah kata yang kusebut Kita. aku hanyalah aku yang akhirnya harus menahan sedu untuk tetap menjadi aku - berusaha - merelakan kamu - mengikhlaskan kita. aku hanyalah aku yang masih ingin berkata namun tidak mampu lagi menahan sedu.

aku hanya mampu mengucapkan maaf, mengucapkan kata klise "terimakasih" untuk semua waktu dan rasa yang sempat dilalui. untuk semua tatapan mata dan genggaman tangan yang selalu datang untuk menenangkanku. untuk usapan hangat pada rasa sakit yang sering datang pada hidupku. untuk pelajaran dan kesempatan Revolusi seorang aku. terimakasih untuk membawa keyakinan terhadap aku yang lama untuk menjadi aku yang lebih baik.


Sooner or Later,
aku tau ini yang akan terjadi, 
tapi aku tidak pernah tau jika rasanya akan menjadi sesakit ini,.

Selasa, 31 Desember 2013

:: 2013 - 2014 TRIP. ALONE ::

Selamat pagi 2014 ...
pagi ini adalah pagi tercerah dari beberapa pagi terakhir ini, terduduk di kursi mewah dan ruangan ber AC dengan jendela besar menghadap ke pemandangan kota membuat saya tersadar. berada dalam kemewahan namun merasa sendirian rasanya tidaklah cukup menyenangkan.

malam pergantian tahun yang dilewati dengan sangat berbeda, keinginan untuk berada seorang diri jauh dari tempat biasa saya berada. membawa saya ingin menujumu, namun arah berkata lain saya terdampar dalam kemewahan ini namun berdiam sendiri.

mungkin Tuhan memberikan rencana lain, membiarkan saya merenung seorang diri ditemani nyala kembang api ditengah keramaian orang namun tetap saja masih sendiri. tetap saja gamang akan menju kemana, tepat pukul 00:00, aku menitikkan airmata karena ternyata aku baru menemukan makna keberanianku untuk pergi sejauh ini ternyata hanya untuk mencari kesendirian, hanya untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk Dunia yang selama ini kujalani.

masih terduduk disini, masih merenungi pagi yang cerah dengan hati yang gundah. kapan kamu pergi wahai gundah didalam hati? ini sudah 2014, kenapa kamu masih saja nyaman berdiam diri didalam hati ini?? pergilah cari hati yang lain, aku sudah lelah.

selamat datang tahun 2014, aku ingin menjadi lebih bahagia di tahun ini. hanya ingin menjadi sederhana dan tetap berjalan lurus. hanya ingin menjadi seorang aku yang lebih bisa menentukan kembali apa yang seharusnya dipilih. aku hanya ingin jauh dari kegamangan.

semoga renungan yang terjadi di perjalanan panjang ini bisa membawa kebaikan dalam perjalanan hidupku. lepas dari kecewa, lepas dari kebimbangan, dan berjalan menuju kesederhanaan yang membahagiakan. Amiin.

01-01-2014, 10:39.
zhmHotels

Jumat, 13 Desember 2013

:: will Be Different with YOU ::

Purnama baru.. kubuka dengan lebih ceria dan hati yang ikhlas ..
banyak yang aku lewati setelah kelamnya purnama di masa itu ..

aku belajar banyak, belajar sendiri untuk mencari terang dikelamnya malam ..
aku belajar banyak, mengenai Hangat ditengah lebatnya salju dan badai ..
aku belajar banyak, tentang berdiri diatas duri dan bara tanpa merasakan sakit ..
aku belajar banyak, belajar menghentikan tangis ditengah rasa kecewa yang menyakitkan ..

lalu aku kembali belajar bahwa tidak semua ingin bisa menjadi ingin, bahwa semua yang tidak kita pikirkan ternyata bisa menjadi kebutuhan ..

Hidup begitu adanya, seperti adanya mereka yang selalu membawa keceriaan untuk hari hariku ..

dengan mereka semua saya belajar, dengan mereka saya tertawa, saya bersyukur, bahkan saya kembali mengingat bagaimana besujud kepada sang pencipta ..

Perjalanan panjang yang saya lalui dengan keras, dengan semangat tanpa henti, bahkan dengan dendam dan ambisi karena DIA (setengah darah dalam tubuh ini) .. masih belum bisa berakhir disini, masih belum bisa terpenuhi saat ini .. ambisi yang telah saya lewati selama empat tahun ini terhenti oleh Idealisme ..
yaa idealisme untuk mempertahankan kualitas diri menjadi yang terbaik tanpa terburu - buru ..

Naif memang, tapi biarlah .. meskipun airmata kecewa terlanjur jatuh, tapi saya percaya mereka selalu memberikan kekuatan terbesar dalam hidup saya .. biarlah orang lain akan berkata seperti apa, bagi saya yang terpenting adalah menjadi yang terbaik bagi diri saya sendiri, dan bagi sesosok ibu yang selalu ada dalam situasi apapun, yang selalu setia menemani tawa dan airmata yang selalu tertata dalam jalannya kehidupan ini ...

Saya tau, pasti ada sebutir rasa kecewa dalam hatimu Ibu karena saya tidak berjalan sesuai planning dan memilih mempertahankan idealisme. tapi saya juga percaya bahwa Ibu akan selalu tau dan akan selalu mendukung apapun keputusan saya, dengan jalan yang saya pilih, dengan segala pemikiran saya. saya sangat tau dengan sesungguhnya bahwa Ibu selalu tau jika saya selalu berusaha menjadi yang terbaik hanya demi Ibu. bahwa saya hanya berusaha berjalan LURUS sesuai dengan amanat Ibu, menjadi yang terbaik dengan usaha sendiri. hanya itu yang saya pertahankan.

Sekali lagi, dalam tulisan ini saya mengungkapkan terimakasih kepada mereka semua yang selalu setia memberikan keceriaan ditengah kekecewaan yang saya rasakan, kepada mereka semua yang selalu mengerti bagaimana saya berpikir dan bagaimana saya berjalan dengan pilihan ini, kepada mereka semua yang selalu saya kagumi yang selalu memberikan saran juga Ilmu yang tidak akan pernah bisa dinilai dengan materi, juga kepada dia yang beberapa waktu ini telah menjadikan saya wanita baik, bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Tuhan. terimakasih telah mengingatkan saya kembali kepada sujud dan kepada syukur serta Ikhlas.

Kalian selalu menjadi yang paling special dalam hidup saya.

Sabtu, 23 November 2013

:: Will TRUST ::

Bagian terakhir dalam perjalanan ini, semoga ...
saya berhenti pada satu titik yang sebelumnya tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya ...
saya terhenti oleh segala pengertian yang selalu ada, untuk saya, untuk pemikiran saya, dan untuk segala situasi yang saya jalani ...
saya menjalaninya dengan biasa saja, dengan apa adanya saya, dan dengan apa yang biasa saja saya lakukan ...

namun seketika juga, ini menjadi tidak lagi tepat .. 
seketika juga, ini menjadi beban untuk apa yang saya jalani ..
dengan seketika, ada perasaan tidak biasa yang saya rasakan ketika pagi tadi membuka mata ..
saya senang, berada pada situasi yang nyaman ..
saya bahagia, kembali diberikan situasi lebih baik dari sebelumnya ..
terlebih lagi saya terharu dengan ketulusan yang terjadi untuk membawa saya pada situasi yang lebih pantas dari sebelumnya ..

namun kembali lagi pada kenyataannya ..saya merasa "tidak baik" untuk situasi yang baik seperti ini ..
saya merasa "tidak pantas" untuk dipantaskan seperti saat ini ..
saya merasa "tidak yakin" dengan yang akan dijalani, dengan diri sendiri ..
saya selalu merasa takut .. selalu merasa salah .. dan selalu merasa sendiri ..
saya tidak pandai mengungkapkan apa yang saya rasakan secara lisan .. 
saya tidak pandai mengekspresikan apa yang sebenarnya terjadi didalam hati ..
maka saya menulis, maka saya hanya mampu mengutarakannya melalui ini .. 
melalui tulisan .. izinkan saya mendapatkan satu saja yang saya butuhkan ..
seseorang yang mampu membaca tangis, bahagia, dan amarah yang saya rasa tanpa harus saya ucapkan ..

#RM


Rabu, 30 Oktober 2013

:: LAST 26102013 ::


Tarikan nafas terpajang, selama 6bulan ini. saya merasa sakit dg tamparan keras yg saya dapatkan 2 petang ini. kenyataan yg harus saya hadapi bahwa banyak org yg harus tau keadaan saya, sikap kamu dan sifat kamu. padahal saya hanya meminta bantuan, hanya mencoba berniat baik, menjadi biasa saja. pada kamu.

Titik balik. mungkin ini menjadi titik balik saya, mungkin setengah tahun ini sudah banyak yang merubah & membukakan mata serta pikiran saya. saya mengambil setiap hal menjadi titik balik perubahan saya berkat kamu. segala hal yang saya nilai positif meskipun harus dijalani dg sedikit menyakitkan karna kamu & masalah ini :
  • saya jadi bisa tau arti & makna persahabatan yg sesungguhnya, saya jadi bisa tau siapa2 saja yg bersikap tulus dan siapa saja yg berkhianat. karna kamu saya jd bisa tau keburukan mereka.
  • lalu yang paling penting lagi karna kamu saya bisa sadar & berpikir, segala kekurangan zaki yg membuat saya desperate dg overprotectnya adalah semata2 karna dia sangat menyayangi saya, dg masalah ini saya bisa melihat bahwa tulusnya zaki buat saya adl hal paling penting yang menjadikan dia laki2 paling baik sepanjang saya berpacaran dg pria2 sampai saat ini.


Untuk terakhir kalinya aku bercerita ttg kamu dan kamu adalah orang pertama yang ingin aku beritahu lewat  tulisan ini.. bahwa karna kamu, maka saya berpikir untuk mundur 1 langkah membuang semua idealisme saya ttg skripsi dan semua yg sudah saya susun selama 16 bulan ini hingga merombak ulang skripsi itu dari awal. mengganti judul & metode agar saya bisa cepat selesai & maju ke hidup berikutnya. tanpa lagi ada kejadian yang bisa mengingatkan saya akan kamu.

Maka u/ tulisan terakhir ini, disini.. saya mengucapkan terimakasih untuk dua bulan yang sangat berkesan, dan enam bulan pembelajaran yg sangat2 berarti.. 
terimakasih, semoga semua cita2 yg diinginkan bisa cepat terwujud..

Senin, 28 Oktober 2013

ENOUGH !!!


Setengah tahun masih memikirkan kenangan2 yang hanya berjalan 2 bulan saja, bahkan kurang ! cukup sudah, hanya diri saya sendiri yang bisa membawa saya keluar dari sini. bertahan tidak akan membuahkan apa2, memikirkan yang tidak memikirkan kita pun hanya akan sia - sia. dan waktu saya sudah cukup menjadi sia - sia 6 bulan ini, kini waktu saya sudah cukup menjadi sia - sia 6 bulan ini.
setengah tahun ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti. Masalah ini mengajarkan saya, 
1. bahwa cinta tidak pernah cukup hanya dengan cinta
2. bahwa tidak semua orang menerima kekurangan orglain sebagaimana buruknya dirinya sendiri
3. bahwa waktu akan terus berjalan tanpa memikirkan kita yang sedang terhenti

Selasa, 22 Oktober 2013

:: Will Be Start ?! ::

Saya tau banyak sekali yang mendukung saya, banyak sekali orang - orang yang memberikan perhatian dengan sangat lebihnya untuk kehidupan saya, untuk apa yang saya jalani di bidang ini.
namun saya sadar, penurunan motivasi sedang bergejolak dengan hebatnya karena lelah dengan tumpukkan pekerjaan yang menyita hampir 20 jam waktu yang saya miliki setiap harinya, namun tidak juga bisa saya pungkiri bahwa permasalahan hati yang belum terselesaikan menjadi pemicu semua ini terjadi. hal - hal yang belum terselesaikan masih saja menggantung dalam benak dan tarikan nafas yang saya lalui. berat, perih, dan membuat saya memilih lari tanpa bisa menyelesaikannya terlebih dulu. ohhandai saja ini perkara satu pihak, andai tidak ada pihak lain yang turut andil dalam perkara ini.
namun air mata tak lagi bisa tergenang, saya memilih untuk larut dalam emosi yang berkecamuk di hati dan senyap dalam tumpukan pekerjaan yang ada dalam dunia nyata saya. entah apa yang akan saya lalui, tapi saya lewati semuanya dengan begini saja, dengan apa adanya.

Seringkali saya tersentak untuk memecut diri saya sendiri agar bisa menyelesaikan SKRIPSI ini, batas akhir penentuan yang menjadi tolak ukur saya untuk sebuah pembuktian. tapi sungguh, cobaan yang harus dilalui lebih berat lagi. terkadang saya merasa sangat lelah dan tidak merasa sanggup lagi untuk bertahan dalam situasi ini, tapi ketika setengah dalam diri saya tersadar. rasanya ingin meraung, ingin menyiksa diri saya sendiri karena tidak mampu mengendalikan diri sendiri berikut kawan - kawannya yaitu PERASAAN.
semua yang saya jalani selalu memandang dan bertolak pada EMOSI, tanpa henti. saya terus saja memikirkan bagaimana mereka, dan terkadang mengacuhkan diri saya sendiri. terkadang terlalu larut dengan apa yang mereka inginkan, meski seringkali saya tidak perduli dengan apa yang mereka lakukan.

Namun belum ada yang memahami apa yang menjadi tolak ukur saya melakukan ini semua, berjuang keras dalam lingkaran pekerjaan yang sangat saya nikmati ini. yaitu NILAI !! bagi banyak orang NILAI bukanlah suatu hal penting yang harus diperjuangkan mati - matian, bagi sebagian orang menganggap NILAI tidak lebih penting dari sebuah kualitas yang dimiliki, bagi sebagian orang NILAI hanyalah sebatas pengakuan, bahkan bagi sebagian orang NILAI hanyalah selembar kertas yang berlegalisir entah dari instansi manapun.
namun bagi saya tidak begitu, meskipun saya berpikir Kualitas lebih penting daripada NILAI. namun saya memiliki tanggung jawab untuk membuktikkan sesuatu pada sebuah NILAI, pada sebuah akhir yang bisa menjadi suatu kebanggan untuk dilihat. Karena orang yang saya tuju tidak pernah memperdulikan bagaimana prosesnya berlangsung, beliau tidak pernah mau tau dengan bagaimana saya dan duka yang saya jalani seumur hidup ini karena beliau. PRIA terhormat yang menyumbangkan setengah darahnya untuk saya meski tidak pernah ingin memperdulikan saya. Saya hanya ingin membuktikkan bahwa saya mampu berdiri hanya dengan satu kaki, menjadi wanita yang sejajar dengan beliau, tanpa harus menyia - nyiakan sesuatu apalagi seseorang.

Maka seharusnya saya kembali pada hal tersebut dan tidak lagi memikirkan masalah HATI yang tak pernah bisa selesai, saya harus kembali untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi tujuan saya. apapun yang orang lain katakan, apapun yang harus saya hadapi. saya akan mulai melangkah lagi, terus melangkah, hingga batas akhir pembuktian ini. Hanya untuk satu Kaki terkuat yang saya miliki.  IBU. I Love You. <3

Sabtu, 07 September 2013

;; SEMBUNYI ;;

Lagu yang pas dengan situasi yang terjadi saat ini .. sama .. sangat ingin kututurkan dalam lisanku sendiri, dihadapanmu .. sekali saja, dalam pendengaranmu, dengar aku dan suara hatiku .. 

Jangan Sembunyi, kumohon padamu jangan sembunyi ..
Sembunyi dari apa yang terjadi, tak seharusnya hatimu kau kunci ..

Bertanya, cobalah bertanya pada semua ..
disini kucoba untuk bertahan, ungkapkan semua yang kurasakan ..

kau acuhkan aku, kau diamkan aku, kau tinggalkan aku ..

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskanlah tentang dia ..
hapuskan memoriku tentang dia ..
Hilangkanlah Ingatanku jika itu tentang dia ..
kuingin ku lupakannya ..

Sungguh jika bisa aku meminta, aku  menginginkan hal tersebut ..
ingin melupakan kenangan itu, melupakan tentang kita, dan melupakan perasaan ini ..
Hingga hanya ada aku - kamu dalam dunia kita yang baru, tanpa perlu terkait lagi dengan masa lalu ..

Aku khawatir dengan segala persembunyian yang kamu lakukan ini, aku khawatir dengan Cita - Cita yang kamu gantung setinggi Cita - Cita yang kuharapkan pada harapanmu, untuk menyelesaikan Kuliahmu ..
dengan segenap RASA yang masih bertahan dalam HATI ini, aku mengkhawatirkanmu, merasa bersalah dengan segala kemunduran yang kamu lakukan dalam pencapaian Cita - Citamu .. Cita - Cita kita, menyelesaikan Kuliah dalam jangka waktu yang singkat ini .. 

Rasa bersalah muncul dengan hebatnya karena semua yang terjadi, aku memang orang paling EGOIS yang menyebabkan permasalahan ini muncul .. aku juga orang paling EGOIS yang tetap mempertahankan RASA diatas kebimbangan kamu .. aku memang orang paling EGOIS yang masih saja menuntut KATA dibalik BIMBANG yang kamu sembunyikan demi 1 kata yang kusebut RASA .. aku akui itu, aku EGOIS ..

Aku masih mengumpulkan kepingan - kepingan HATI yang kembali pecah akibat guncangan hebat dari BIMBANG yang kamu rasakan, aku masih berusaha, berusaha menjadi ARSITEK HEBAT demi keutuhan HATI ini, demi melanjutkan Cita - Cita yang pernah kita Gantungkan dalam HARAPAN HATI yang pernah kita lewati berdua .. bukan hanya sekedar tentang KITA, bukan hanya sekedar tentang RASA, namun tentang CITA - CITA, tentang sebuah IMPIAN dan HARAPAN di masa depan ..
Demi orang2 terkasih disekeliling kita, dan untuk kebahagiaan HATI kita sendiri ..
aku harap kamu mampu, mampu menandingi aku dalam hal ini ..

Sembunyi tidak akan pernah menyelesaikan masalah, Sembunyi hanya memberikan kita zona nyaman yang mungkin bisa saja lenyap seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi .. zona nyaman adalah diri kita ..


*Just Worried                                    

Jumat, 16 Agustus 2013

:: I'LL BE STOP ::

Baiklah, ini tepat empat purnama kita berpisah. tepat empat purnama aku mengharu biru dalam gelapnya malam tanpa purnama mu. tepat empat purnama aku berjalan dengan setengah jiwa. tepat empat purnama aku berkutat dengan luka dengan pemulihan diri sendiri, dengan keharusan untuk menerima kenyataan.

waktu yang dilalui bersama kamu memanglah tidak panjang, tapi rasa yang pernah ada begitu dalam. hingga sulit bagiku membedakan mana angan dan mana realita jika sedang bersamamu. aku menjadi seseorang yang berbeda, menjadi bukan aku, menjadi lebih periang, lebih wanita, karena berada disisimu.

minggu pertama kita berpisah, aku masih berada di alam bawah sadarku. masih memisahkan antara angan dan mimpi buruk yang telah menjadi kenyataan. lalu minggu selanjutnya berubah menjadi luka, aku terluka dan masih enggan bertemu sapa denganmu. masih kaku terhadapmu. setelah dua purnama berlalu tanpa kehadiranmu di kampus kita, aku mulai mengkhawatirkanmu. mulai melunak untuk tetap menjadi penyemangatmu sesuai janjiku, tanpa ingin menasihatimu. aku hanya khawatir, denganmu, dengan kuliahmu. lalu aku mulai terbiasa dengan perubahan status kita, mulai sehalus mungkin ketika berada bersamamu dengan yang lainnya - berusaha keras!!  meski aku tau - aku masih terlihat kaku. namun apa dayaku, ini hanya usaha yang bisa aku lakukan agar kamu tetap nyaman berada di kampus. agar kamu tetap semangat untuk kuliah, agar kamu tidak terbebani perasaanku. meski beban itu ku alihkan pada hidup dan hatiku.

ya, sejak aku memutuskan memberikan kenyamanan untukmu. berpura - pura bertahan tanpamu meski sebenarnya sudah tak tahan lagi, namun aku diam. aku berusaha untuk bertahan, demi kamu. demi perasaanmu dan segala tentang kenyamanan kamu. hanya itu.

aku terluka, aku terhenti dalam bayangan masa lalu yang masih belum terselesaikan. dan aku mengalami kesulitan untuk terus maju melanjutkan hidupku. pekerjaanku terabaikan, skripsiku berhenti tanpa bisa berlanjut meski semua tenaga dan usaha telah ku kerahkan. nyatanya, aku masih disini. ditempat yang sama.
aku semakin terluka karena ternyata aku tetap tak bisa melanjutkan hidupku hanya karena masalah hati, masalah rasa. sebegitu hebatnya kah kamu?! sehingga mampu meluluh lantahkan  seorang aku yang ambisius.

aku tau bagaimana caranya untuk berhenti, aku hanya perlu menyelesaikan apa yang menurutku belum selesai. aku hanya perlu tau alasan jujurmu melepaskan aku, menghilangkan rasa penasaranku. tidak lewat pesan singkatmu, tapi lewat tatapan matamu. setelah itu maka semuanya selesai. mungkin kamu berpikir bahwa aku GILA, bahwa aku tidak waras dengan memohon padamu untuk bisa bertemu dan duduk berdua dalam satu meja, hanya berdua untuk bicara. mungkin kamu berpikir bahwa aku adalah perempuan tidak tau malu yang merendahkan harga diriku hanya untuk hal itu. hal yang menurut orang lain mudah. 

tapi aku harus apa lagi?? hanya itu caraku untuk bisa menyelesaikannya, aku sudah tidak kuasa lagi bertahan dalam kepura - puraan. aku sudah frustasi menghadapi diriku sendiri yang masih berdiam dalam bayanganmu. aku benci pada diriku sendiri. apa yang harus saya lakukan untuk menghentikannya, menghentikan segala rasa yang saya rasakan. 

Rabu, 03 Juli 2013

:: Lalu Bagaimana ::

saya hanya ingin tetap baik meskipun berat dan menahan rasa yang sakit, saya berusaha sekuat tenaga untuk tetap biasa saja dalam situasi yang tidak lagi biasa, saya berusaha bertahan dengan keadaan yang membuat saya ingin lari dari kenyataan.

hampir tiga purnama masih belum mampu menetralisir segala tentangnya, dan dalam jangka waktu itu aku berusaha seperti seorang bayi yang baru belajar melangkah ~merangkak-berdiri-terjatuh-merangkak lg-berdiri lg-terjatuh lg~ semua nya adalah usaha keras yang aku lakukan untuk meniadakan perasaan sesak seperti yang masih aku rasakan saat ini, terkadang tertawa, dan sering kalinya menangis.

lalu bagaimana aku mampu menghentikan ini, rasa penasaran dalam rasaku pun masih saja terus menghantui. aku bertahan hanya untuk terlihat bahwa aku mampu, aku berusaha sekuat tenaga hanya untuk menunjukkan bahwa aku bisa. harga diriku tak mungkin lagi aku pertaruhkan, meski sesungguhnya aku rela, aku ikhlas jika harus terpuruk dalam luka untuk bisa tetap bersamanya.

namun aku meyakini bukan ini yang terbaik untuknya, jika aku masih saja berkeras memaksakkan ego dan rasa ini. aku hanya ingin menciptakan kenyamanan kembali untukknya ditengah jalan yang sedang ia tempuh dalam perjuangan akhirnya. aku merasakan dalam tatapan matanya yang tak lagi biasa, bahwa aku memang tak lagi mampu mendekat bahkan sekedar untuk bercengkrama biasa dengannya. aku rasa enggan dalam hatiku pun masih dirasakannya.

saya hanya ingin semua ini menjadi biasa meski memang tak akan pernah lagi menjadi baik-baik saja. saya akui itu, yang kesulitan adalah saya dan perasaan ini. namun saya akan terus berusaha menutupinya hanya agar kamu bisa merasa lebih nyaman dengan situasi yang ada. bahkan jika bisa dan itu kamu inginkan aku akan menghilang dalam duniamu. apapun aku rela.